Siapa Tanggung Jawab Utang Kereta Cepat? Ini Saran Pengamat Kebijakan Publik

iNews
Pengamat kebijakan publik Agus Pambagio menyoroti urgensi penyelesaian tanggung jawab pembayaran utang kereta cepat Whoosh yang dinilai belum jelas arahnya. (Foto: iNews).

Salah satu faktor yang disebut Agus sebagai penyebab membengkaknya utang , yaitu peralihan proyek dari Jepang ke China. 

Menurutnya, Jepang menawarkan skema pinjaman dengan bunga 0,1%, sedangkan proposal dari Cina mencapai 2%. "0,15% saja sudah tidak bisa dibayar, apalagi 2%. Saya sempat kaget dan berdebat soal ini. Tapi ya sudah, sekarang kita hadapi saja," katanya.

Menanggapi pernyataan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya yang menyebut utang tersebut bukan tanggung jawab APBN, Agus menilai hal itu sebagai hak menteri untuk menyampaikan pendapat. 

Namun, Dia menegaskan bahwa pada akhirnya, ini tetap menjadi tanggung jawab negara. "Siapa pun yang mau bayar, yang penting dibayar. Jangan bikin malu. Tapi jangan juga minta naikkan pajak," katanya.

Dia menyarankan agar pemerintah segera menyusun skema pembayaran yang jelas dan melibatkan DPR dalam pembahasan anggaran. Menurutnya, meski bukan ahli keuangan, prediksi yang dia sampaikan sejak awal kini terbukti.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

2 Tahun Operasional, Kereta Cepat Proyek Strategis Era Jokowi Dihantui Utang Rp116 Triliun

57 tahun lalu

Purbaya Tolak APBN Dipakai Bayar Utang Kereta Cepat: Dibayar lewat Danantara

57 tahun lalu

Respons Penangkapan Roy Suryo dan dr Tifa, Jokowi Siap Buka Ijazah Asli di Pengadilan

57 tahun lalu

Prabowo Terbitkan Perpres Baru Kereta Cepat Jakarta-Bandung, Ini Isi Lengkapnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal