Sertifikasi Influencer Dianggap Penting, Dosen UMY Ungkap Alasannya  

Tim iNews.id
Ilustrasi Komdigi tengah membawas wacana influencer wajib memiliki sertifikasi. (Foto: Freepik)

JAKARTA, iNews.id - Pemerintah tengah mengkaji wacana sertifikasi bagi influencer di Indonesia. Merespons hal itu, Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Filosa Gita Sukmono menilai wacana tersebut sangat dibutuhkan. Mengapa?

Menurutnya, sertifikasi dapat menjadi instrumen penting untuk membangun ekosistem digital yang lebih sehat dan profesional. Sebab, beberapa konten influencer dinilai berisi hoaks dan dapat memecah belah masyarakat.

“Sertifikasi influencer bisa dilihat dari dua sisi: keterampilan dan etika. Banyak konten kreator yang belum memahami regulasi yang berlaku di Indonesia. Kadang mereka mengunggah konten yang justru berpotensi memecah belah atau menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Dengan adanya sertifikasi, influencer bisa dinilai secara profesional,” ujar Filosa dikutip dari laman Kemdikbud, Rabu (5/11/2025).

Filosa menjelaskan, pesatnya pertumbuhan ekonomi digital membawa manfaat ekonomi yang besar. Namun, juga melahirkan berbagai persoalan etika komunikasi.

Bagaimana tidak, kata Filosa, banyak kreator yang mengejar konten viral dan monetisasi tanpa memperhatikan akurasi dan tanggung jawab sosial.  

Editor : Puti Aini Yasmin
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Menkeu Purbaya bakal Kunjungi China Pekan Depan, Bahas Apa?

57 tahun lalu

China akan Bangun Pusat Padi di Papua, Tingkatkan Produksi Beras

57 tahun lalu

Surplus Produksi, Ceker Ayam RI Siap Diekspor ke China

57 tahun lalu

China Lirik Proyek Penyimpanan Listrik PLTS 100 GW Milik RI 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal