"Kegiatan doa bersama ini sejalan dengan instruksi KSAL Laksamana TNI Yudo Margono bahwa dalam kondisi saat ini prajurit TNI AL wajib membantu baik dalam melaksanakan aksi cepat tanggap evakuasi kapal selam maupun melaksanakan doa bersama demi keselamatan KRI Nanggala-402 dan personel didalamnya," tulisnya lagi.
Sebagaimana diketahui Kapal Selam KRI Nanggala-402 dilaporkan hilang kontak saat latihan peluncur torpedo di perairan utara Bali pada Rabu (21/4). TNI pun telah mengerahkan lima KRI dan satu helikopter untuk melakukan operasi pencarian kapal selam yang diawaki 53 orang tersebut.
Selain itu, kapal dari Singapura yaitu Kapal Swift Rescue dan dari Malaysia yaitu Rescue Mega Bhati juga akan segera tiba di Indonesia untuk membantu operasi pencarian dan penyelamatan.