Pesawat Dakota itu diawaki Kapten Pilot Bob Freeberg dengan Copilot Makmur Suhodo. Keduanya dibantu jump master Amir Hamzah dan pemandu jalan, Mayor Tjilik Riwoet bersama 13 pejuang prajurit AURI sebagai Satgas Dakota RI-002, terjun di daerah Sambi, Kotawaringin, Kalimantan Tengah, tepat pukul 07.00 WIB.
Ke-13 penerjun tersebut yakni, Achmad Kosasih, C Willem, M Dahlan, Emanuel, Iskandar, J Bitak, J Darius, M Bachrie, Ali Akbar, Marawi, F Sunyoto, Hari Hadisumantri dan Amirudin.
Mereka ditugaskan untuk membentuk dan menyusun gerilyawan, membantu perjuangan rakyat Kalimantan. Kemudian, membuat stasiun radio untuk perhubungan Yogyakarta–Kalimantan serta mengusahakan dan menyempurnakan daerah penerjunan untuk dijadikan daerah penerjunan selanjutnya.
Penerjunan tersebut merupakan peristiwa yang menandai lahirnya Satuan Tempur Pasukan Khas TNI Angkatan Udara yang dikukuhkan 20 tahun kemudian. Berdasarkan Keputusan Men/Pangau Nomor 54 tahun 1967, tanggal 12 Oktober 1967, tanggal 17 Oktober 1947 ditetapkan sebagai Hari Jadi Komando Pasukan Gerak Cepat (Kopasgat).
Tanggal itu pun merupakan awal sejarah penerjunan oleh prajurit TNI yang merupakan operasi penerjunan pertama di indonesia. Hari itu juga dapat dikatakan untuk pertama kalinya operasi lintas udara dilakukan di Indonesia.