Kemudian, saat Sultan Trenggano meninggal dunia terjadi perselisihan mengenai siapa yang berhak menduduki tahta selanjutnya. Hingga akhirnya pemerintahan Kerajaan Demak benar-benar usai pada 1554.
Kehidupan masyarakat Demak tidak bisa dipisahkan dari Islam. Hal ini berkaitan karena Demak merupakan tempat berkumpulnya Walisongo.
Sisa kebudayaan Islam di Kerajaan Demak yang menjadi bukti adalah Masjid Agung Demak. Masjid Agung Demak dihiasi dengan ukiran kaligrafi.
Budaya sekaten menjadi saksi peradaban Islam di Kerajaan Demak. Kala itu dipelopori oleh Sunan Kalijaga untuk menarik masyarakat agar memeluk agama Islam. Tradisi sekaten masih dipelihara hingga saat ini di daerah Cirebon, Yogyakarta dan Surakarta.
Secara politik, Kerajaan Demak merupakan kekuasaan terbesar di Jawa. mengakhiri dominasi panjang Majapahit, dari eksistensi penguasa Sunda yang secara konsisten berdiri sejak abad ke-6 Masehi.