Kegiatan tersebut juga sejalan dengan kampanye kebiasaan hidup sehat serta dukungan terhadap program pemenuhan gizi melalui SPPG, yang hingga kini telah menjangkau lebih dari 1.025 titik sasaran.
Direktur Jenderal Kesehatan Primer Kementerian Kesehatan, Maria Endang Sumiwi, mengungkapkan pemerintah terus memperkuat kebijakan pemenuhan gizi melalui regulasi nasional.
“Dalam lima tahun terakhir, prevalensi ibu hamil dengan kekurangan gizi berhasil turun dari 48 persen menjadi 27 persen. Namun ini belum cukup,” jelasnya.
Ia juga menyoroti masih tingginya angka anemia pada balita dan remaja, serta pentingnya kehadiran tenaga profesional di bidang gizi.
“Kami masih membutuhkan lebih banyak nutrisionis dan dietisien untuk memastikan pemenuhan gizi berjalan optimal,” katanya.