Said Iqbal Bantah Isu 55.000 Buruh Terancam PHK: Harga Gas Industri Sudah Turun

Danandaya Arya Putra
Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal. (Foto: Danandaya Arya Putra)

JAKARTA, iNews.id - Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal membantah isu pemutusan hubungan kerja (PHK) 55.000 buruh di sektor manufaktur. Menurutnya, jumlah tersebut masih sekadar potensi dan tidak berdasar pada fakta di lapangan.

"Tentang PHK 55.000 buruh itu baru potensi, dan itu tidak benar. Saya sampaikan di sini, tidak benar industri granit, keramik, Tekstil dan Produk Turunan (TPT) yang diklaim 55.000 akan PHK, tidak benar," kata Said di Jakarta Pusat, Senin (6/7/2026).

Dia menegaskan pemerintah telah melakukan intervensi kebijakan agar tidak terjadi PHK besar-besaran, salah satunya menurunkan harga gas industri. Dengan begitu, ongkos produksi sektor manufaktur akan turun sehingga mencegah pengurangan karyawan.

"Intervensi kebijakan dari presiden, gas industri non-subsidi sudah diturunkan. Tadinya mintanya 16 dolar AS per MMBTU, tapi oleh presiden diturunkan lebih kecil lagi. Mintanya pengusaha 16, presiden memutuskan 13 dolar AS per MMBTU," tuturnya.

Meski demikian, Said mengaku masih terdapat perusahaan yang terpaksa melakukan PHK, salah satunya PT Granito. Sebab, perusahaan tersebut melakukan diversifikasi usaha ke produk asbes.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia, DPR Ingatkan Hak Pekerja Dipenuhi

57 tahun lalu

Heboh Isu PHK Massal, Said Iqbal bakal Temui Manajemen hingga Pekerja Tokopedia dan TikTok

57 tahun lalu

TikTok PHK Massal Karyawan Tokopedia: Bukan Keputusan Mudah

57 tahun lalu

Heboh Kabar PHK Massal di Tokopedia, TikTok Buka Suara

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal