Rupiah Ditutup Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS usai Prabowo Paparkan KEM-PPKF 2027

Anggie Ariesta
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pidato Kerangka Ekonomi Makro (KEM) dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (PPKF) RAPBN 2027 di Rapat Paripurna DPR. (Foto: Arif Julianto)

JAKARTA, iNews.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat pada akhir perdagangan, Rabu (20/5/2026). Rupiah naik 52 poin atau sekitar 0,29 persen ke level Rp17.653 per dolar AS.

Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi menjelaskan, salah satu sentimen datang dari global yaitu Presiden AS Donald Trump kembali menegaskan perang dengan Iran akan berakhir dengan sangat cepat, meskipun investor tetap waspada terhadap hasil perundingan perdamaian di tengah gangguan berkelanjutan terhadap pasokan Timur Tengah akibat konflik tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance mengatakan Amerika dan Iran telah mencapai kemajuan dalam perundingan, dengan kedua pihak tidak menginginkan dimulainya kembali aksi militer.

"Meskipun Trump menegaskan kepada anggota parlemen AS pada Selasa malam tentang berakhirnya konflik dengan cepat, sebelumnya ia mengatakan Amerika Serikat mungkin perlu menyerang Iran lagi dan ia hampir memerintahkan serangan sebelum menundanya," tulis Ibrahim dalam risetnya.

Dalam pernyataannya pada hari Selasa, Trump juga mengatakan para pemimpin Iran memohon kesepakatan dan memperingatkan serangan AS baru akan terjadi dalam beberapa hari mendatang jika tidak ada kesepakatan yang tercapai.

Editor : Aditya Pratama
Artikel Terkait
Nasional
6 jam lalu

BI Batasi Pembelian Valas Tunai Mulai Juni 2026, Dukung Stabilitas Nilai Tukar Rupiah

Nasional
11 jam lalu

Prabowo Targetkan Ekonomi Tumbuh 6,5% di 2027, Rupiah Rp16.800-17.500 per Dolar AS

Nasional
1 hari lalu

Fenomena Lipstick Effect, Rupiah Melemah tapi Mal dan Kafe Tetap Penuh

Nasional
1 hari lalu

Purbaya Gelontorkan Uang Rp2 Triliun per Hari demi Selamatkan Rupiah

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal