"Enggak, saya tekankan dulu ya, angka simulasi itu Rupiah-nya bukan Rupiah di APBN yang sebelumnya, sudah dinaikkan ke level tertentu, jadi itu masih termasuk dalam itungan skenario," ujar Purbaya saat diskusi bersama media di kantin Kemenkeu, Jakarta, Selasa (7/4/2026).
Meskipun mengakui adanya tekanan, Purbaya enggan membeberkan angka pasti asumsi Rupiah yang digunakan dalam simulasi terbaru pemerintah guna menghindari spekulasi pasar yang berlebihan.
"Tapi saya enggak bilang Rupiah-nya berapa. Kalau bilang, 'Oh kata Menteri Keuangan Rupiah ke sana,' kamu udah beli Dolar? Jadi kalau Rupiah kita serahkan ke Bank Sentral, ke ahlinyalah. Saya percaya dia bisa betulin," ucap Purbaya.