"Hasil face comparation justru menghasilkan pas foto di ijazah match dengan atau cocok dengan foto Dumatno Budi Utomo," tutur dia.
Selain itu, Roy juga menyebutkan tiga ijazah milik Frono Jiwo, Hari Mulyono, dan Sri Murtiningsih yang menjadi dokumen pembanding dalam penyelidikan yang dilakukan Bareskrim. Dia menyebut, ketiga ijazah itu identik.
Namun saat dibandingkan, kata dia, ijazah Jokowi tidak identik dengan ketiga dokumen pembanding tersebut.
"Lucunya ijazah milik Joko Widodo 1120 tidak identik. Jadi tidak identik dengan tiga ijazah di atas," tutur dia.
Lalu, Roy menyoroti penulisan Achmad Soemitro dalam bagian ucapan terima kasih pada skripsi Jokowi. Menurut dia, penulisan itu janggal.