"Lebih jauh lagi, pengembangan iptek dapat diarahkan untuk mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," tuturnya.
Tidak hanya itu, dia bahkan mendorong mahasiswa untuk mendalami bahasa asing sebagai modal untuk menjadi manusia unggul dan kompetitif tidak hanya di kancah nasional, melainkan internasional.
"Jika adik-adik ini sudah menjadi generasi cerdas, maka tidak perlu khawatir bonus demografi Indonesia emas 2045, bukan sekedar angan-angan, tetapi pasti akan terwujud," katanya.
Dia berharap, Indonesia menjadi bangsa yang maju, adil, dan makmur, tidak terbelakang dari negara-negara lain, tetapi memiliki kekuatan gotong royong untuk menjaga spirit kemerdekaan.
Kepala BPIP yang sedang menjabat dua periode ini juga menjelaskan tentang sejarah proklamasi Indonesia yang ratusan tahun diduduki oleh para penjajah, tetapi bangsa Indonesia tetap bersatu.