Jika target tersebut tercapai, Indonesia diyakini mampu mencapai swasembada energi tanpa perlu impor.
"Dan kalau sudah E20 etanol 20% dan B50 biodiesel 50%, kita swasemada, kita enggak impor lagi," katanya.
Keunggulan lain dari sawit adalah efisiensi produksi yang jauh lebih tinggi dibanding tanaman lain seperti bunga matahari atau kanola.
Sudaryono menjelaskan, 1 hektare sawit mampu menghasilkan minyak setara dengan 15 hektare kebun bunga matahari. Efisiensi ini membuat harga minyak sawit lebih kompetitif di pasar global, sekaligus menjadi kekuatan ekonomi Indonesia dalam perdagangan internasional.
"Sawit ini kan bisa jadi pangan, bisa jadi energi. Sawit kita, 60% sawit dunia itu berasal dari Indonesia. Seluruh dunia ini 60% dari Indonesia," ucapnya.
Terkait isu lingkungan, Sudaryono menegaskan bahwa pemerintah terus menindak tegas pelanggaran, termasuk kebun sawit ilegal di kawasan hutan lindung.
Dia menyebut, jutaan hektare lahan sawit ilegal telah disita oleh negara sebagai bagian dari penertiban kawasan hutan. Selain itu, pemerintah membuka akses transparansi bagi publik untuk memastikan bahwa pengelolaan sawit dilakukan sesuai aturan dan tidak merusak lingkungan.