Sementara itu, hasil kesepakatan yang berhasil diraih dari lawatan Presiden Prabowo Subianto beberapa waktu lalu tidak hanya kontrak pembelian BBM saja, namun ada untuk gas.
Meski demikian, Yuliot mengaku hingga saat ini kesepakatan untuk pembelian gas belum dapat dicapai dan masih terus berproses dengan pihak Rusia. Mengingat komoditas tersebut juga menjadi penopang untuk keberlanjutan industri di setiap negara.
"Gas ini yang masih kita dorong bagaimana pengadaan melalui Rusia. Kita juga memiliki komitmen dengan Amerika, kita rapat dengan Menlu, saat ini tim Pertamina sedang ada di Rusia. Jadi perusahaan mana yang bisa melakukan pengiriman secara cepat," pungkas Yuliot.