Respons PDIP usai Jokowi Buka Peluang Reshuffle Imbas Mundurnya Risma dan Pramono

Achmad Al Fiqri
Politikus PDIP, Aryo Seno Bagaskoro (foto: MPI)

JAKARTA, iNews.id - Juru Bicara PDI Perjuangan, Aryo Seno Bagaskoro menyoroti Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang membuka peluang reshufflekabinet usai Tri Rismaharini dan Pramono Anung mundur dari Kabinet Indonesia Maju (KIM). Baginya, jabatan menteri merupakan tugas negara.

PDI Perjuangan menyebut turut membantu Presiden Jokowi dalam merancang pemerintahan selama dua periode. Ia menjelaskan kader PDI- Perjuangan akan menjalani tanggung jawab hingga akhir bila ditunjuk kembali untuk mengisi kursi kabinet yang kosong.

"Artinya pada saat ditugaskan menjadi menteri, maka fungsi yang dilaksanakan adalah fungsi tugas kenegaraan, sehingga kalau misalnya kami diberikan penugasan tersebut, sebagai kader partai tentu harus melaksanakan hingga tuntas tanggung jawabnya," tutur Seno saat dihubungi, Sabtu (7/9/2024).

Kendati demikian, Seno tak mempersoalkan bila kader PDI Perjuangan yang masih duduk di kabinet harus terkena reshuffle. Pasalnya,  reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif presiden.

"Silakan saja jika merasa sudah tidak memerlukan pemikiran kerja dan jasa dari para kader kami," ucap Seno.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Heboh Kabar Chatib Basri jadi Menkeu Gantikan Purbaya, Mensesneg: Tidak Ada Reshuffle 

57 tahun lalu

Mensesneg Pastikan Menkeu dan Gubernur BI Tak Diganti: Justru Harus Kita Perkuat

57 tahun lalu

Sultan Brunei Rombak Kabinet, Angkat Putranya Pangeran Abdul Mateen Jadi Menlu

57 tahun lalu

Purbaya soal Beredar Isu Kena Reshuffle: Buat Guncang-Guncang Pasar Kali

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal