Respons Istana soal Pernyataan Fadli Zon terkait Pemerkosaan Massal 1998

Binti Mufarida
Kepala PCO Hasan Nasbi. (Foto: Binti Mufarida)

Hasan juga menekankan para sejarawan yang terlibat dalam proyek ini memiliki integritas tinggi dan tidak akan mengorbankan kredibilitasnya demi kepentingan tertentu.

“Jadi kekhawatiran-kekhawatiran semacam ini mungkin bisa jadi diskusi tapi jangan divonis macam-macam dulu. Lihat saja dulu ya pekerjaan yang sedang dilakukan oleh para ahli sejarah dalam menulis sejarah Indonesia,” kata Hasan

Hasan menegaskan bahwa ini bukan upaya menulis ulang sejarah, melainkan melanjutkan penulisan sejarah nasional yang sudah lama terhenti.

“Ini bukan menulis ulang tapi melanjutkan menulis sejarah Indonesia karena mungkin terakhir sejarah Indonesia ditulis tahun berapa? Tahun 98, tahun 97-98 dan dari 98 ke sini tidak tidak ditulis lagi,” pungkasnya.  

Sebelumnya, Fadli Zon memberikan penjelasan usai dikritik lantaran menyatakan tidak terdapat bukti pemerkosaan massal yang terjadi pada 1998. 

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Penjelasan Fadli Zon usai Dikritik soal Pernyataan Tak Ada Pemerkosaan Massal 1998

57 tahun lalu

PDIP Peringatkan Tulis Ulang Sejarah Harus sesuai Fakta, Jangan Ada yang Ditutupi

57 tahun lalu

Buku Sejarah Hasil Tulis Ulang akan Diluncurkan 17 Agustus 2025, Libatkan 113 Penulis

57 tahun lalu

Anggaran Proyek Tulis Ulang Sejarah Capai Rp9 Miliar, Fadli Zon: Nggak Banyak

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal