"Beberapa minggu kemudian lebaran idul fitri, saya panggil dia lagi. Profesor, besok hari besar untuk umat Islam, harus libur. 'Jenderal, saya sudah tanya kepada ahli-ahli agama, yang wajib itu Idul Fitri, sembayang, salat berjamaah di masjid jam 7 pagi'," kata Prabowo.
"Dia tau peraturannya, sesudah itu, training, latihan. Abis itu dia tanya, 'Jenderal mau tim jenderal juara atau tidak?' dijawab 'Mau'. 'Kalau mau juara, tidak ada cara lain harus latihan'," tuturnya.
Prabowo kembali menyatakan kekagumannya setelah menceritakan pengalaman yang bersinggungan dengan pihak Korea Selatan.
"Orang-orang Korea ini bangsa yang tangguh. Jadi, kalau negosiasi dengan orang Korea tidak gampang, jadi boleh juga kalau orang Korea kita kirim orang Papua, jadi mereka bangsa yang tangguh," ucapnya.