JAKARTA, iNews.id - Ketua Umum Kami Jokowi, Razman Arif Nasution mengungkapkan, polemik ijazah Presiden ke-7 Joko Widodo (Jokowi) tidak lagi murni masalah hukum. Menurutnya ada kepentingan politik.
“Saya sampaikan bahwa 'Kami Jokowi' yang saya pimpin, empat hari yang lalu kami telah mengadakan rapat. Kami mengembangkan namanya menjadi 'Kami Jokowi-Gibran' yang kita singkat dengan Kajoran,” kata Razman dalam program Rakyat Bersuara bertema 'Salinan Ijazah Lengkap, Babak Baru Terungkap?' di iNews, Selasa (17/2/2026).
Lebih lanjut, Razman mengatakan polemik ijazah Jokowi belakangan ini mulai bergeser dari aspek hukum ke arah kepentingan politik.
“Jadi, saya ingin menyampaikan mengapa saya semakin melihat dari perspektif saya, yang pernah juga menjadi politisi, dosen, dan juga praktisi hukum, kok kelihatannya makin ke sini ini bukan pada aspek penegakan hukum, tetapi makin mendekati unsur kepentingan politik. Nah, ini ada argumennya,” ujar Razman.
Razman juga mengkritisi pernyataan sejumlah tokoh yang dinilai terlalu jauh menyimpulkan perkara sebelum ada putusan hukum tetap.