Rapat Pleno KPU Kota Bogor, Prabowo Unggul Memperoleh 399.073 Suara

Antara
Ilustrasi, Pilpres 2019. (Foto: Antara).

BOGOR, iNews.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Bogor telah selesai menggelar rapat plenorekapitulasi suara Pilpres 2019. Hasilnya, pasangan Capres dan Cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno unggul dengan selisih 170.961 suara dari Jokowi-Ma'ruf Amin.

Selisih angka tersebut tidak jauh berbeda dengan selisih rekapitulasi Pilpres 2014 di Kota Bogor, yakni 129.708 suara. Saat itu Prabowo Subianto-Hatta Rajasa memperoleh 340.286 suara, sedangkan Jokowi-Jusuf Kalla memperoleh 210.578 suara.

"Pasangan Jokowi-Ma'ruf memperoleh 228.112 suara, dan pasangan Prabowo-Sandi memperoleh 399.073 suara dari total enam kecamatan di Kota Bogor," ujar Ketua KPU Kota Bogor, Samsudin di Bogor usai rapat pleno, Minggu (5/5/2019) malam.

Dia mengungkapkan, jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) Kota Bogor sebanyak 716.473 pemilih. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 642.094 pemilih yang menyalurkan hak pilih untuk kertas suara pilpres.

Namun, hanya 627.185 kertas suara dianggap sah, sedangkan 14.909 kertas suara lainnya dianggap tidak sah. "Pleno rekap dihadiri lengkap oleh Bawaslu Kota Bogor, ketua dan anggota PPK se-Kota Bogor, Ketua PPS se-Kota Bogor, saksi dari TKD 01 dan BPD 02, saksi dari sembilan calon anggota DPD RI, serta 15 saksi dari partai politik," ungkpanya.

Rapat pleno dimulai pada Sabtu (4/5/2019) sore, sampai Minggu (5/5/2019) malam dengan agenda pembacaan hasil pleno di enam kecamatan Kota Bogor. "Pleno ditutup dengan baik, tidak ada satu pun keberatan dan catatan khusus dari Bawaslu dan para saksi," katanya.

Tahapan selanjutnya, hasil pleno tingkat Kota Bogor akan dibawa ke rapat pleno KPU tingkat Provinsi Jawa Barat, yang dilaksanakan pada Rabu (8/5/2019) sampai Jumat (11/5/2019).

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Jokowi Salat Iduladha 2026 di Masjid Zayed Solo, Didampingi Iriana dan Anwar Usman

57 tahun lalu

Refly Harun Sebut Jokowi Takut Kasus Ijazah Dibawa ke Persidangan, Kenapa?

57 tahun lalu

Refly Harun Kutip Buku Bonatua: Ijazah Jokowi Tidak Ada, Apa yang Mau Dibuktikan?

57 tahun lalu

Pengacara Klaim Jokowi Tak Pernah Minta RJ: Rismon Sianipar cs yang Memohon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal