Raffi Ahmad dan Urgensi Influencer dalam Komunikasi Publik

Arif Budiwinarto
Dosen Ilmu Komunikasi STABN Sriwijaya Tangerang Arif Budiwinarto. (Foto: dok.pri).

Sebelum menggaet seorang influencer sebagai instrumen komunikasi publik, terlebih dalam upaya mengembalikan kepercayaan maupun menjaring partisipasi publik, pemerintah perlu memetakan dua poin yakni kualitas hasil mutu dan pola hubungan (Syarifuddin, 2016). 

Kualitas hasil mutu erat kaitannya dengan integritas seorang influencer sebagai pembawa pesan komunikasi yang diembankan serta tanggung jawab sosial sebagai tokoh publik. Poin integritas memang aspek personal, namun pemerintah dalam hal ini user harus terlebih dulu perlu mengedukasi serta menentukan perimeter sikap dan perilaku seorang influencer dalam menjalankan perannya sebagai instrumen komunikasi publik pemerintah. 

Sedangkan, aktivitas dan pola hubungan dengan individu, jaringan dan sumber daya di luar instansi dengan cara memperlihatkan tanggung jawab merupakan pola dasar yang perlu ditekankan dan melekat pada seorang influncer sebagai komunikator publik.  

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Nama Raffi Ahmad Terseret Kasus Bea Cukai, Amy Qanita Beri Pesan Menyentuh soal Memaafkan

57 tahun lalu

Gading Marten Bongkar Fakta Pertemuan Raffi Ahmad dan Blueray Cargo di New York

57 tahun lalu

Bantah Terseret Kasus Bea Cukai, Raffi Ahmad: PIN ATM Saja Tak Tahu, Nagita Urus Semua

57 tahun lalu

Begini Repsons Keluarga usai Nama Raffi Ahmad Terseret Dugaan Korupsi Bea Cukai

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal