Pemerintah, kata dia, terus berupaya mempercepat perbaikan berbagai kendala struktural dalam perekonomian.
“Tapi yang jelas adalah fondasi ekonomi kita tidak berubah. Bahkan akan semakin cepat, karena kita akan semakin serius memperbaiki kendala-kendala di perekonomian,” tuturnya.
Optimisme terhadap ketahanan rupiah juga didukung oleh target pertumbuhan ekonomi yang ambisius. Pemerintah membidik pertumbuhan ekonomi pada kuartal II-2026 mencapai 5,7 persen, sejalan dengan target tahunan sebesar 6 persen.
Untuk mencapai target tersebut, pemerintah akan mengandalkan berbagai instrumen, termasuk percepatan belanja negara guna menjaga momentum pertumbuhan.
Selain itu, kekuatan ekonomi Indonesia juga tercermin dari posisi eksternal yang solid, ditandai dengan surplus perdagangan yang telah berlangsung selama 70 bulan berturut-turut hingga awal 2026.