Sebelumnya, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, mengatakan pembayaran kewajiban utang proyek kereta Whoosh bakal menggunakan APBN.
"Iya (utang Whoosh pakai APBN)," ujarnya saat agenda di Stasiun Gambir, Jakarta, Selasa (10/2/2026).
Namun, penggunaan APBN untuk membayar utang Whoosh masih dipertimbangkan lebih lanjut untuk hal teknisnya. Sebab, saat ini masih dilakukan terus upaya negosiasi dan hal teknis lainnya, termasuk melibatkan pihak Danantara.
"Belum (final), laporan terakhir rapat di Danantara, jadi masih ada finalisasi. Sekarang proses negosiasi atau pembicaraan teknisnya itu langsung dipimpin oleh Pak Rosan sebagai CEO Danantara," kata Prasetyo.