Ia menjelaskan, selain mendapat peluang langsung kerja, peserta juga memperoleh penghasilan sesuai upah minimum kabupaten/kota (UMK) di lokasi penempatan. Besaran yang diterima berkisar Rp3,5 juta hingga Rp6 juta per bulan.
"Kemudian yang ketiga, diajari, dilatih oleh mentor-mentor di perusahaannya," tambah Teddy.
Lebih lanjut, ia mengungkapkan program inisiasi Presiden Prabowo Subianto telah memasuki tahun kedua dan menjadi solusi bagi para lulusan perguruan tinggi.
“Salah satu PR pemerintah yang terus ada sejak dulu adalah bagaimana caranya mahasiswa khususnya S1 yang lulus kuliah bisa langsung dapat kerja dan gaji,” ungkap dia.
Sementara itu, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli mengumumkan pendaftaran Program Magang Nasional 2026 angkatan kedua akan dibuka pada 15-28 Juli 2026. Pemerintah menambah kuota peserta menjadi 150.000 orang dari sebelumnya 100.000 orang dengan anggaran sebesar Rp4,2 triliun.
Yassierli mengatakan penambahan kuota tersebut sesuai dengan arahan Presiden Prabowo Subianto. Di mana disebutkan ini menjadi kabar baik bagi lulusan perguruan tinggi yang ingin memperoleh pengalaman kerja melalui program magang nasional.