Adapun terdapat sekitar 1.700 sekolah berada di bawah binaan US Army Cadet Command, 600 sekolah di bawah binaan US Navy JROTC, sekitar 870 sekolah di bawah binaan Air Force JROTC, serta sekitar 275 sekolah dibawah binaan Marine Corp JROTC.
Dia menambahkan, JROTC pertama kali dimulai pada tahun 1916 melalui Undang-Undang National Defense Act dan hingga hari ini tetap eksis karena mendapat dukungan dari berbagai kalangan, baik militer, sekolah, maupun masyarakat sipil.
"Program ini dikelola oleh semua cabang angkatan bersenjata AS (Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Korps Marinir, dan Penjaga Pantai), masing-masing dengan kurikulum yang sedikit berbeda tapi tetap berfokus pada pendidikan kepemimpinan, disiplin, kebangsaan, pelayanan masyarakat, dan pembentukan karakter," katanya.
Selain itu, JROTC memiliki kurikulum yang menyesuaikan dengan tempat pembinaannya. Namun, kurikulum tetap fokus kepada pelajaran kepemimpinan, pendidikan kewarganegaraan, pendidikan karakter dan etika, dan latihan fisik dan baris-berbaris. Selain itu, terdapat juga kegiatan ekstrakurikuler seperti lomba drill, menembak senapan angin, dan pengabdian masyarakat.
Yunaldi menilai, JROTC bisa menjadi model inspiratif bagi pendidikan di Tanah Air, khususnya untuk siswa nakal atau bermasalah. Sebab, program ini fokus pada pembinaan karekter jangka panjang, mengajarkan disiplin dengan pendekatan positif, dan membangun keterampilan sosial dan kepemimpinan.