Untuk mendalami bidang hukum pidana, dia kemudian melanjutkan pendidikan melalui program sarjana hukum di Universitas Sam Ratulangi dan magister hukum di Universitas Pasundan yang berhasil diselesaikannya tahun 2019. Pendidikan tingginya yang komprehensif mencerminkan ketertarikan dan dedikasinya terhadap sistem peradilan.
Jejak Karier di Pengadilan
Karier Nawawi Pamolango sebagai seorang hakim dimulai pada tahun 1992 di Pengadilan Negeri Soasio Tidore, Kabupaten Halmahera Tengah. Perjalanan kariernya terus berkembang ketika dia dipindahkan ke beberapa pengadilan, seperti PN Tondano, PN Balikpapan dan PN Makassar.
Pada tahun 2010-2012, Nawawi memegang jabatan sebagai Ketua Pengadilan Negeri Poso. Kemudian pada tahun 2016, dia menjabat sebagai Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Timur.
Keberhasilannya dalam menangani kasus-kasus kompleks, termasuk kasus suap uji materi UU Peternakan dan Kesehatan Hewan yang melibatkan eks hakim Mahkamah Konstitusi Patrialis Akbar menjadi catatan prestisius dalam kariernya.
Peran di KPK dan Kritik terhadap Firli Bahuri
Nawawi Pomolango mulai dikenal publik ketika bertugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat pada periode 2011-2013. Selama bertugas di sana, dia sering memimpin persidangan untuk sejumlah kasus korupsi yang ditangani KPK.