Jumhur pernah aktif di Center for Information and Development Studies (CIDES) pada awal 1993. Jumhur juga pernah mendirikan Yayasan Kesejahteraan Pekerja Indonesia (YKPI) dan Gabungan Serikat Pekerja Merdeka Indonesia (Gaspermindo). Kedua yayasan tersebut bergerak di bidang pemberdayaan buruh/pekerja.
Bahkan, Jumhur pernah terlibat dalam beberapa organisasi buruh lain seperti Gabungan Persatuan Sopir Indonesia (Gapersi) dan Asosiasi Pedagang Grosir Keliling Indonesia. Karena kiprahnya di dunia aktivis, Jumhur dipercaya menjabat sebagai Kepala Badan Penempatan dan Perlindungan TKI pada 2007.
Di dunia politik, Jumhur pernah menjadi relawan Jokowi sebagai Koordinator Aliansi Rakyat Merdeka (ARM) pada Pilpres 2014. Kemudian, dukungan Jumhur beralih ke Prabowo pada Pilpres 2019.
Sebelumnya, Prabowo melantik sejumlah pejabat pada Senin (27/4/2026). Mereka yang dilantik di antaranya Muhammad Qodari yang menjadi Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom).
Kemudian Dudung Abdurachman dilantik menjadi Kepala Staf Kepresidenan (KSP). Selain itu, ada Hanif Faisol yang digeser menjadi Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan.
Pejabat lainnya, Hasan Nasbi yang dilantik menjadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi. Kemudian, Abdul Kadir Karding dilantik sebagai Kepala Badan Karantina Nasional.
Terakhir, ada Jumhur Hidayat menjabat Menteri Lingkungan Hidup menggantikan Hanif Faisol.