Pendidikan Islam pertama Haedar Nashir berasal dari ayahnya. Selain itu, ia juga menempuh pendidikan di Pondok Pesantren Cintawan, Tasikmalaya, Jawa Barat.
Didikan kepemimpinan sang ayah itu lah yang membuat Haedar Nashir akrab dengan dunia santri. Setelah lulus SMA, ia pun merantau ke Yogyakarta.
Di sana, ia menempuh pendidikan Ilmu Sosiatri di STPMD Yogyakarta di tahun 1990. Kemudian, melanjutkan S2 di Universitas Gadjah Mada (UGM) jurusan Sosiologi dan melanjutkan S3-nya di jurusan dan kampus yang sama.
Selama hidupnya, Haedar Nashir telah menulis lebih dari 10 buku berisikan pemikiran tentang Muhammadiyah. Oleh karena itu, ia dikenal sebagai ideolog Muhammadiyah.
Bahkan, hampir semua pemikiran Muhammadiyah yang tertuang dalam keputusan resmi Muhammadiyah menjadi pijakan utama dalam tulisan serinya di Suara Muhammadiyah.
Selamat mengemban amanah Haedar Nashir!