Sejak kecil ia selalu ingin menjadi seorang tentara, dengan tujuan ingin membantu ibunya menafkahi keluarga karena dalam Profil Dudung Abdurachman, ia memiliki 8 saudara kandung.
Sebelum menjadi KSAD, Dudung juga pernah menjabat sebagai Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Pangkostrad) ke-42 dan pernah juga menjabat Panglima Kodam Jaya (Pangdam Jaya) ke-34.
Saat menjabat sebagai Pangdam Jaya, ia sempat viral karena aksi tegasnya mencopot baliho bergambar Habib Rizieq Shihab yang saat itu menjadi pemimpin Front Pembela Islam (FPI).
Kemudian, pada Mei 2021, Dudung kembali mendapatkan perhatian publik dengan pernyataan komitmen untuk menumpas perilaku premanisme debt collector di wilayah Jabodetabek.
Pernyataan itu ia sampaikan setelah terjadi kasus debt collector menghadang mobil yang sedang dikendarai salah satu anggota TNI. Padahal, saat itu mobil tersebut sedang mengantarkan orang sakit.