Dia menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta tidak akan memberikan ruang bagi praktik pungutan liar maupun premanisme terhadap warga yang mencari nafkah.
"Pemerintah DKI Jakarta memberikan dukungan sepenuhnya untuk hal yang seperti ini gak boleh terjadi lagi," katanya.
Diketahui, viral di media sosial aksi pemalakan terhadap sopir bajaj dan pedagang bakso di kawasan Tanah Abang. Mereka dimintai uang setoran dan iuran oleh preman disertai aksi perusakan barang.