Ketua Umum Partai Gerindra itu menegaskan, persaingan politik merupakan hal yang wajar dalam demokrasi, namun seharusnya berhenti setelah kontestasi selesai. Ia menekankan bahwa setelah pemilu, seluruh elemen bangsa harus kembali bersatu demi kepentingan negara.
“Harusnya perbedaan pendapat ya tidak masalah, persaingan politik ya persaingan politik. Tiap lima tahun di Pilkada, di Pileg, di Pilpres, enggak ada masalah,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengungkapkan bahwa sebagai Kepala Negara dirinya rutin menerima laporan intelijen yang memberinya gambaran mengenai berbagai dinamika yang terjadi.
“Kalau dulu kan saya di luar pemerintah, sekarang saya presidennya. Jadi saya tiap hari dapat laporan intel. Jadi saya mengerti, saya sudah tahu siapa yang biayai-biayai,” ucapnya.
Meski demikian, ia menegaskan pemerintah tetap akan menyikapi hal tersebut dengan pendekatan yang berdasarkan bukti.
“Pada saatnya kita tertibkan itu semua. Tapi sekarang kita masih berusaha dengan cara-cara yang meyakinkan. Saya percaya dengan evidence based, dengan bukti rakyat kita akan mengerti,” kata Prabowo.