Sementara itu, Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan pabrik yang akan diresmikan tersebut memproduksi berbagai alat transportasi berbasis listrik seperti bus dan truk. Kapasitas produksinya mencapai sekitar 3.000 unit.
“Kalau berdasarkan laporan, kapasitas produksinya cukup besar kalau saya tidak salah di kemampuan di 3.000 unit. Nah itu kan nanti secara bisnis kita lihat apakah itu memang sudah ada kontrak-kontrak,” kata Prasetyo.
Prasetyo menilai kehadiran industri kendaraan listrik dalam negeri merupakan langkah positif dalam mendukung transformasi sektor transportasi. Pemerintah juga mendorong masyarakat untuk beralih ke transportasi publik yang lebih efisien dan ramah lingkungan.