Namun, Prabowo menyatakan tidak dapat melanjutkan jabatannya karena tanggung jawab besar sebagai Presiden Republik Indonesia yang menyita waktu dan perhatian.
"Alhamdulillah hari ini saya menyatakan bahwa saya mohon izin untuk tidak lanjutkan sebagai ketum PB IPSI karena saya sudah mengemban tugas kebangsaan yang menyita waktu saya sehingga tidak mungkin saya efektif sebagai ketum PB IPSI," tuturnya.
Prabowo kembali menyampaikan permohonan maaf karena dalam beberapa tahun terakhir tidak dapat aktif secara langsung dalam kegiatan IPSI, meskipun tetap memberikan dukungan dari belakang.
"Saya pun minta maaf beberapa saat ini bisa sudah hampir 3 tahun saya tidak terlalu aktif di depan tapi saya mendukung selalau di belakang. Apalagi sekarang Presiden saya kira IPSI akan lebih dahsyat lagi," ucapnya.