Dia pun menegaskan akan memberantas praktik-praktik tersebut.
"Dengan praktik-praktik underinvoicing, pemalsuan laporan, underinvoicing adalah pemalsuan laporan perdagangan, praktik transfer pricing, penyelundupan, hal-hal sesungguhnya tidak masuk akal dan sesungguhnya tidak adil bagi bangsa kita," ucap dia.
Lebih lanjut, Prabowo menekankan pentingnya menindak kebocoran ini guna menyelamatkan masa depan bangsa.
"Jadi saudara-saudara kita dihadapi masalah yang sangat besar, dengan masalah yang vital. Kalau ini kita biarkan, kalau kebocoran ratusan miliar dolar kekayaan Indonesia dibiarkan terus keluar, kita bisa bayangkan nasib bangsa kita seperti apa," ucap dia.
Selain isu kebocoran ekonomi, kata dia, pemerintah juga tengah memprioritaskan penyelesaian persoalan kesejahteraan rakyat mulai dari minimnya gaji guru, keterbatasan lapangan kerja, hingga kemiskinan ekstrem.
"Bahwa gaji guru-guru kita kurang, kita paham bahwa lapangan kerja kita kurang, kita paham masih banyak kemiskinan ekstrem, kita paham ini masalah kita paham. Kita mengerti, justru ini yang kita dipilih, diberi mandat untuk kita selesaikan," ungkap Prabowo.
Meski demikian, Prabowo mengeklaim pemerintah telah berhasil menyelesaikan hampir 110 permasalahan negara dalam kurun waktu dua tahun terakhir.