Dalam keterangannya, Farid menyebutkan bahwa masing-masing polda terdampak menerima bantuan medis dalam jumlah identik.
“Hari ini dikirimkan 59 paket obat-obatan per polda, yang kami kemas dalam 9 koli,” katanya.
Paket obat-obatan tersebut diprioritaskan untuk penanganan luka, penyakit infeksi, kebutuhan emergensi, serta keluhan kesehatan umum yang biasanya meningkat pascabencana.
Selain bantuan logistik kesehatan, Polri juga mengerahkan sejumlah tim medis khusus untuk memperkuat layanan di lapangan.
“Biddokkes Polri telah menyiapkan Tim DVI, Tim Kesehatan Lapangan, serta tenaga pendukung lainnya untuk membantu identifikasi korban dan layanan kesehatan di lokasi bencana,” ucapnya.