Sebelumnya, Wakapolda juga meninjau greenhouse SPPG Palmerah yang mengembangkan sistem bioflok dan budidaya sayuran, seperti pakcoy 180 kg, sawi 120 kg, dan selada 120 kg, serta ikan nila, lele, dan patin.
“Seluruh hasil ini akan kami distribusikan ke SPPG dan juga membantu masyarakat sekitar dalam memenuhi kebutuhan pangan,” ujarnya.
Sementara itu, H. Zaini Sidi menyebut kerja sama tersebut memberikan dampak langsung bagi masyarakat, baik dari sisi ekonomi maupun ketersediaan pangan.
“Tahap awal sudah panen dan hari ini penebaran tahap kedua. Untuk semangka, insya Allah 60 sampai 70 hari sudah bisa dipanen,” katanya.
Program ini akan terus diperluas melalui penanaman semangka dan timun di lahan seluas 4 hektare serta pengembangan jagung hingga 50 hektare di wilayah lain.