"Gunakanlah medsos dengan cara yang baik, dengan niat yang baik, untuk membuat situasi bisa kondusif. Karena jumlah netizen itu lebih banyak daripada jumlah citizen, jadi satu orang bisa beberapa gadget, memiliki beberapa akun dari berbagai kanal. Ini mohon, sama-sama kita gunakan medsos ini untuk membuat Jakarta lebih aman, Indonesia lebih baik," tutur dia.
Sebelumnya, AMPG mendatangi Polda Metro Jaya pada Senin (20/10/2025). Mereka berkonsultasi terkait laporan akun medsos yang diduga menyebarkan meme bernada hinaan tentang Bahlil.
"Kami hari untuk melaporkan beberapa akun-akun media sosial yang secara terstruktur dan masif belakangan ini menyerang pribadi, marwah, dan martabat Ketua Umum Partai Golkar," ujar Wakil Ketua Umum AMPG, Sedek Bahta, Senin (20/10/2025).
Sedek menjelaskan, ada 5 hingga 7 akun yang diduga memproduksi atau menyebarkan konten tersebut. Adapun konten-konten yang dimaksud yakni terkait kajian online yang memuat sejumlah isu dan menempelkan wajah Bahlil Lahadalia.
"Misalnya wudhu pakai bensin dan lain sebagainya. Melempar jumrah dengan batu bara' ini sesungguhnya hal-hal yang kalau kita lihat secara sadar, ini bukan yang dibilang kritik itu," ujar dia.
Selain jadi sasaran meme, kata dia, Bahlil turut menjadi korban rasisme. Dia menyinggung konten yang mempersilakan rasisme jika korbannya merupakan Bahlil.
"Saya bacain aja misalnya enggak boleh rasis sama kulit seseorang tapi kalau Bahlil mah enggak apa-apa. Gimana? Siapa yang membenarkan dia untuk begitu? Kan enggak boleh," tutur dia.