Pilpres 2024, Eep Saefullah Sebut Jokowi Ingin Menang tapi Tidak Gunakan Cara Demokrasi 

Danandaya Arya Putra
Pendiri sekaligus pemimpin di PolMark Research Centre Eep Saefulloh Fatah (Foto: Ist)

JAKARTA, iNews.id - Pendiri sekaligus pemimpin di PolMark Research Centre Eep Saefulloh Fatah, menyebut Presiden Joko Widodo (Jokowi) ingin memenangkan salah satu peserta Pilpres. Namun, proses untuk mendukung salah satu pasangan calon itu tidak menggunakan jalur demokrasi. 

Eep menyampaikan itu dalam acara Ngobrolin People Power 14 Februari 2024 Bersama Masyarakat Jurdil di TPS (Tempat Perlawanan Serentak) yang diselenggarakan Santri Spartan di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (26/1/2024).

"Beberapa hal umum yang pertama saya menyaksikan Pak Jokowi ingin menang tetapi tidak ingin menggunakan cara demokrasi. Ini kesimpulan yang pertama. Saya bisa salah, tetapi sejauh ini itulah kesimpulan yang tepat yang bisa saya rumuskan," ucapnya.

Dia juga menilai Pemilu 2024 sebagai Pilpres paling kejam sepanjang reformasi. 

"Pilpres ini adalah pilpres yang paling brutal sepanjang sejarah reformasi," katanya.

Editor : Muhammad Fida Ul Haq
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPR Rancang Aturan Pilpres Tak Diikuti Terlalu Banyak Capres: Jangan Sampai Kayak Kongres

57 tahun lalu

Perindo Dorong Pemilu yang Adil dan Setara: Nomor Urut Parpol Harus Dikocok Ulang

57 tahun lalu

Waketum Perindo Bicara Ambang Batas Parlemen: Jangan Sampai Suara Rakyat di Pemilu Sia-Sia

57 tahun lalu

Putusan MK, Parpol yang Tak Penuhi Kuota 30% Caleg Perempuan Bakal Digugurkan KPU

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal