Pilihan Rasional PKS saat Jokowi Kembali Memimpin Dua Periode

Felldy Aslya Utama
Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera. (Foto: iNews.id/Felldy Utama)

JAKARTA, iNews.id - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) belum memutuskan langkah politik usai pembubaran Koalisi Indonesia Adil dan Makmur. Sebagian pihak berharap parpol yang pernah mengusung Prabowo Subianto dan Sandiaga Salahuddin Uno (Prabowo-Sandi) pada Pilpres 2019 itu tidak ikut bergabung dalam Pemerintahan Joko Widodo dan KH Ma'ruf Amin (Jokowi-Ma'ruf).

Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS Mardani Ali Sera menyebut partainya akan jauh lebih baik berada di luar pemerintahan. Walaupun, hingga saat ini keputusan tersebut belum diputuskan.

"Kalau resminya menunggu musyawarah Majelis Syuro PKS, tetapi saya pribadi oposisi kritis dan konstruktif pilihan paling rasional dalam kondisi sekarang," katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (1/7/2019).

Menurut dia, untuk membangun bangsa dan negara tidak melulu harus bersama-sama di dalam satu kabinet yang sama. Namun, perlunya ada penyeimbang yakni peran dari oposisi yang kritis dan konstruktif.

Mardani enggan mempersoalkan kemungkinan beberapa anggota parpol koalisi yang pernah pengusung Prabowo-Sandi akan berpindah haluan untuk bergabung bersama Kabinet Jokowi-Ma'ruf.

Editor : Djibril Muhammad
Artikel Terkait
57 tahun lalu

DPP PKS Kurban 73 Ekor Sapi, Sebagian Disalurkan ke Wilayah Bencana di Sumatra

57 tahun lalu

SK Beredar! PKS Copot Khoirudin dari Ketua DPRD DKI Jakarta

57 tahun lalu

PKS: Pilkada Langsung atau lewat DPRD Konstitusional, Keduanya Dibolehkan

57 tahun lalu

Brimob Turun Tangan Sergap Pembunuh Anak Politikus PKS di Cilegon

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal