“Baik buruknya pelaksanaan haji ini tergantung bagaimana kita mengendalikan. Kalau berhasil, maka pengendaliannya berhasil,” kata dia.
Dia juga menekankan pentingnya peran aktif petugas dalam mengawasi kondisi di lapangan serta merespons cepat berbagai persoalan yang dihadapi jemaah.
Sebelum diterjunkan, para petugas telah menjalani pembekalan intensif di Asrama Haji Jakarta sejak Jumat (17/4/2026). Materi yang diberikan mencakup kesiapan teknis hingga skema penugasan, termasuk saat fase Armuzna yang menjadi titik paling krusial.
Kasatop Armuzna dan Linjam Harun Arrasyid menjelaskan, salah satu tugas utama petugas adalah mengatur pergerakan jemaah di titik-titik strategis.
“Penempatan dilakukan di pos-pos ad hoc serta jalur pergerakan jemaah untuk memastikan mobilitas berjalan lancar,” ujarnya.
Tak hanya itu, petugas juga akan ditempatkan secara dinamis di berbagai lokasi rawan kepadatan, termasuk di Arafah dan Mina, guna mengurai penumpukan jemaah serta menjaga kelancaran rangkaian ibadah haji.