Ia menambahkan bahwa pengelolaan sumber daya air merupakan layanan publik yang harus berjalan tanpa henti. Oleh karena itu, koordinasi internal antar divisi dan unit kerja terus diperkuat agar setiap potensi gangguan dapat diantisipasi secara cepat dan tepat.
Selain pengawasan terhadap infrastruktur utama, Jasa Tirta II juga memantau kondisi hidrologi secara berkala dengan memanfaatkan keandalan infrastruktur digital untuk memastikan pengaturan operasi air dapat dilakukan secara optimal sesuai kebutuhan.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara ketersediaan air, kebutuhan layanan, serta keberlanjutan pengelolaan sumber daya air.
Sebagai informasi, Jasa Tirta II mengelola air di wilayah Sungai Citarum dan sebagian wilayah sungai Ciliwung-Cisadane, Cimanuk-Cisanggarung, Cidanau-CIujung-CIdurian dan Seputih-Sekampung.