Perkenalkan Salam Jempol, TKN Jokowi-Ma'ruf: Lambang Indonesia Maju

Aditya Pratama
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) memperkenalkan salam jempol sebagai materi kampanye Pilpres 2019. (Foto-foto: Istimewa)

SURABAYA, iNews.id – Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi–Ma’ruf Amin memperkenalkan “salam jempol” sebagai materi kampanye terbaru mereka untuk Pilpres 2019. Model salam yang menggunakan kepalan tangan dan ibu jari itu resmi diluncurkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) TKN yang digelar di Hotel Empire Surabaya, Jawa Timur, Minggu (28/10/2018).

“Hari ini, dalam rakernas, Pak Jokowi sengaja pakai baju coklat. Coklat itu ‘cocok dan melekat’. Salamnya yang diperkenalkan adalah salam jempol,” kata Sekretaris TKN Hasto Kristiyanto melalui keterangan tertulis yang diterima iNews.id di Jakarta, hari ini.

Dalam pengarahan oleh Jokowi kepada peserta rakernas, media massa memang tak sempat mengikuti perkenalan salam jempol oleh Jokowi. Pasalnya, sesi pengarahan itu dilaksanakan secara tertutup.

Hasto menjelaskan, jempol sebagai perlambang rule of thumb berarti bersifat cepat dalam mengambil keputusan. Jempol juga dapat dimaknai sebagai angka satu untuk “Indonesia maju”.

“Ini salam penuh sentuhan persaudaraan, bagaikan elemen utama untuk memenangkan, dimana ada parpol dan ada relawan, yang menyatu, semua berjuang untuk kebaikan,” ujarnya.

Menurut Hasto, “salam jempol” sekaligus menggambarkan narasi kebaikan politik santun, tanpa politik kebohongan, yang memang digariskan oleh Jokowi. Para timses Jokowi–Ma’ruf, kata dia, tidak akan pernah memiliki skenario untuk seakan-akan menjadi korban. “Dan inilah yang terus kami sosialisasikan dan disertai dengan semangat turun ke masyarakat,” ucapnya.

Sementara, Juru Bicara TKN Jokowi–Ma’ruf, Abdul Kadir Karding menuturkan, “salam jempol” yang dikenalkan langsung oleh Jokowi salah satunya bertujuan untuk mempermudah tim sukses saat melakukan kampanye Pilpres 2019. “Ini agar kami berkampanye lebih mudah, lebih ringan, mudah dipahami, mudah dimengerti dan digerakkan,” ujarnya.

Bukan sekadar mempermudah dalam urusan kampanye, menurut Karding, “salam jempol” juga memiliki berbagai makna baik yang semakin mempertajam upaya kemenangan dalam kompetisi Pilpres 2019. “Jempol itu kan bermakna baik, hebat, keren, gaul. Dan kami ingin menjadi yang terbaik, yang nomor satu, dan memajukan Indonesia, Indonesia maju,” kata dia.

Editor : Ahmad Islamy Jamil
Artikel Terkait
Nasional
2 tahun lalu

Hasto Jelaskan Tersangka Korupsi DJKA Donatur Rumah Aspirasi di Pilpres 2019

Nasional
2 tahun lalu

Minta Debat Cawapres Tak Didampingi Capres, Partai Perindo: Samakan Saja dengan Pilpres 2019

Nasional
2 tahun lalu

Ubah Format Debat Cawapres, Partai Perindo: KPU Harus Pastikan Aturan dan Mekanisme

Nasional
2 tahun lalu

Ganjar Tiba di Merauke untuk Kampanye, Disambut Tarian Asmat dan Diberi Tas Noken

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal