Perindo: Travel Warning Australia ke Indonesia Berlebihan

Aditya Pratama
Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri DPP Partai Perindo Wibowo Hadiwardoyo (kanan) bersama Ketua KPU Arief Budiman. (Foto: iNews.id/dok).

Menurut Wibowo, dengan adanya peringatan ini, dapat disimpulkan bahwa Australia yang diwakili oleh PM Scott Morrison mengambil sikap secara sadar dan terencana.

Namun sikap ini ambigu karena hanya sebatas mengakui, tanpa memindahkan Kantor Kedutaan Besarnya dari Tel Aviv, sikap yang oleh pihak oposisi dianggap tak perlu.

”Sebab, status Yerusalem nantinya akan ditentukan oleh pihak-pihak yang terlibat langsung, yaitu Palestina, Israel, dan badan-badan dunia,” kata dia.

Editor : Zen Teguh
Artikel Terkait
Nasional
1 hari lalu

PM Albanese Pulang ke Australia usai Teken Traktat Keamanan Bersama

Nasional
2 hari lalu

RI-Australia Teken Traktat Keamanan, Menlu Sugiono: Bukan Pakta Militer

Nasional
2 hari lalu

Teken Perjanjian Keamanan, PM Albanese Tawarkan Perwira TNI Tugas di Militer Australia

Nasional
2 hari lalu

Prabowo Ajak Australia Investasi Pengolahan Tambang Nikel-Emas di RI

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal