Ciri-ciri syair:
- Terdiri atas 4 baris
- Tidak memiliki sampiran
- Isinya merupakan rangkaian cerita
Contoh syair:
Tahun-tahun tak terbilang berlalu lewati dunia kita (kubur)
Walaupun air musim semi lewat berlalu dan angin musim sepoi menerpa
Hidup ini ibarat sepenggal hari-hari manusia
Mengapa kemudian yang lain melalui dunia dengan congkak
Wahai teman! Ketika dikau melalui pemakaman seorang musuh, jangan gembira. Sebab setiap peristiwa dapat saja terjadi padamu
Debu akan menembus ke tulangmu, oh dikau yang bermata lalai dan congkak
Seperti zat pewarna bulu mata yang menembus ke dalam tulang Siapapun meninggalkan dunia saat ini dengan congkak menguliti kulitnya sendiri
Esok hari debu badannya akan mendidih
Gurindam adalah salah satu bentuk puisi lama Melayu yang terdiri atas dua larik yang memiliki irama akhir yang sama dan merupakan kesatuan yang utuh. Larik pertama berisi soal atau perjanjian, sedangkan larik berikutnya merupakan jawaban atau akibat dari perjanjian. Tidak memiliki minimal dan maksimal suku kata.
Ciri-ciri gurindam:
- Terdiri atas dua baris
- Baris pertama berisi sebab dan baris kedua berisi akibat
- Hubungan antara kalimat pertama dan kedua adalah hubungan sebab-akibat
- Isinya mengandung nasehat-nasehat dan bersifat mendidik