JAKARTA, iNews.id – Konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran mulai berdampak pada rantai pasok global, termasuk distribusi minyak dan pelumas. Jalur perdagangan internasional terganggu akibat meningkatnya ketegangan di kawasan, terutama terkait isu blokade di Selat Hormuz.
Produsen pelumas Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) mengonfirmasi bahwa operasional produksi di tingkat hulu masih berjalan normal. Namun, gangguan signifikan terjadi pada proses distribusi, khususnya pengiriman melalui jalur laut.
Direktur Sales and Marketing PT Garuda Petro Perkasa, Ismet Sebastian, mengatakan aktivitas produksi ADNOC tidak mengalami perubahan meski konflik memanas.
"Produksi tetap berjalan seperti biasa, tidak ada gangguan berarti. Aktivitas harian juga normal," ujar Ismet, Selasa (17/3/2026).
Meski demikian, dia menegaskan hambatan utama terjadi pada sisi logistik. Ketidakpastian keamanan di kawasan membuat sejumlah jalur pelayaran terganggu, sehingga pengiriman barang tertunda.
"Yang jadi masalah sekarang itu shipping line yang tidak berjalan. Ada beberapa pengiriman kami yang akhirnya tidak bisa masuk," katanya.