Penjelasan Istana soal Maksud Prabowo 4 Kali Kalah Tak Ganggu Pemimpin

Riyan Rizki Roshali
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: Riyan Rizki Roshali)

JAKARTA, iNews.id - Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan maksud pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang mengaku empat kali kalah dalam pemilihan presiden (pilpres), namun tidak pernah mengganggu pemimpin yang terpilih. Menurut Prasetyo, Prabowo ingin menegaskan komitmennya terhadap proses demokrasi dan menghormati hasil pemilu sebagai konsensus bernegara.

Dia meluruskan istilah yang digunakan Prabowo bukanlah kalah, melainkan belum memperoleh mandat dari rakyat.

“Bukan kalah, belum diberikan mandat. Makanya waktu beliau menyampaikan enggak ada yang tepuk tangan, enggak ada yang ketawa, kita tidak menggunakan bahasa kalah,” kata Prasetyo kepada wartawan, Jumat (26/6/2026).

Dia juga membantah pernyataan tersebut merupakan sindiran kepada pihak yang mengganggu pemerintahan saat ini.

"Oh tidak, tidak. Jadi konteksnya yang ingin beliau sampaikan bahwa perhelatan pemilu lima tahunan itu adalah konsensus kita bersama-sama dari kita menyepakati kita bernegara, kita memilih demokrasi. Kemudian wujud dari demokrasi itu adalah kita harus memilih pemimpin di setiap lima tahunan yang itu wujudnya adalah dalam bentuk pemilu," ucapnya.

Editor : Rizky Agustian
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo: Kenapa RI Selama 81 Tahun Tak Bisa Bikin Mobil Buatan Sendiri?

57 tahun lalu

Prabowo Ingatkan Elite yang Tak Bisa Kerja Sama Jadi Penyebab Negara Sulit Maju

57 tahun lalu

Prabowo Ungkap Libatkan Profesor-Profesor di Posisi Penting Pemerintahan

57 tahun lalu

Prabowo: Empat Kali Kalah Pilpres, Saya Tak Pernah Ganggu Pemimpin yang Menang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal