-Konflik konstruktif: konflik karena adanya perbedaan pendapat dari kelompok dalam menghadapi suatu permasalahan tapi konflik ini melahirkan suatu konsensus dari perbedaan tersebut dan menghasilkan suatu perbaikan. Contohnya dalam suatu organisasi.
Berdasarkan sifat pelaku, jenis konflik adalah sebagai berikut:
-Konflik tertutup: konflik yang diketahui oleh orang-orang yang terlibat saja
-Konflik terbuka: konflik yang diketahui semua pihak. Contoh konflik Palestina dan Israel.
-Perbedaan antarindividu: Setiap manusia memiliki karakter yang berbeda-beda. Sehingga, setiap manusia menjadi individu yang unik dan perbedaan menjadi sumber potensi konflik.
-Perbedaan kebudayaan: Setiap masyarakat memiliki seperangkat nilai dan norma yang belum tentu sama. Perbedaan ini yang menjadi lahirnya konflik di tengah-tengah masyarakat.
-Perbedaan kepentingan: masyarakat selalu mengalami perubahan. Namun, perubahan yang cepat tanpa kemampuan adaptasi akan menimbulkan konflik dalam tumbuh masyarakat.