Pengamat: Tanah Abang Tidak Cukup Penataan Fisik Saja

iNews Pagi
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan, penataan Tanah Abang bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga harus menata pengorganisasiannya.
JAKARTA, iNews.id - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan beberapa hari lalu mendatangi kawasan Tanah Abang yang penataannya begitu sulit dilakukan. Investigasi Ombudsman mengungkap adanya praktik premanisme sehingga kawasan ini sulit ditata.
 
Pengamat Perkotaan Yayat Supriyatna mengatakan, penataan Tanah Abang bukan hanya dalam bentuk fisik, tetapi juga harus menata pengorganisasiannya. 
 
Saat ini, terdapat dualisme pengaturan. Pertama, pengaturan dari Satpol PP dan kedua pengaturan dari ormas, oknum, ataupun kelompok yang berkuasa atas ruang tersebut. 
 
Yayat menyebutkan Tanah Abang bukan hanya pasar terkait penjualan, tetapi ada distribusi, berskala besar, transaksi tinggi dan membuat orang tergiur untuk datang ke sana. Penataan Tanah Abang dimulai dari penataan simpul distribusi pergerakan orang dan angkutan umum. Kemudian, sinergikan PT Kereta Api, lalu sinergikan program pemerintah kota, dan terakhir mengamankan ruang pejalan kaki.
 
Video Editor : Ginta FR
 
Editor : Dani M Dahwilani
Artikel Terkait
Megapolitan
13 hari lalu

Polisi Gerebek Pesta Sabu di Pinggir Rel Kereta Tanah Abang, 9 Orang Diamankan

Megapolitan
13 hari lalu

Kronologi Sopir Angkot Dibakar di Tanah Abang gegara Ribut soal Ngetem

Megapolitan
14 hari lalu

Brutal! Serobot Antrean, Sopir Angkot di Tanah Abang Bakar Rekannya Sesama Sopir

Megapolitan
20 hari lalu

Tawuran Pecah di Tanah Abang 3 Hari Berturut-turut, Pramono: Tindak Tegas!

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal