Pengamat Sebut Pembelian Alutsista Bentuk Nyata Kemhan Bangun Kekuatan TNI

Riezky Maulana
Pengamat Militer dan Intelijen Susaningtyas Nefo Handayani Kertapati. (Foto: istimewa).

Perempuan yang disapa Nuning ini juga menjelaskan, pembelian jet tempur sangat dipengaruhi situasi dan kondisi yang dihadapi saat ini. Pembelian alutsista tidak bisa disamakan dengan pembelian barang-barang umum. 

"Butuh proses dan waktu yang lama. Ditambah tingkat kepercayaan yang tinggi dari negara penjual kepada negara pembeli. Kemhan RI sangat gesit melihat peluang yang ada," katanya.

Pembelian kapal selam, kata dia juga merupakan peremajaan dan modernisasi alutsista. Doktrin operasi gabungan kekuatan laut dan udara saat ini merupakan strategi utama dalam perang modern di masa mendatang. 

"Selain peremajaan alutsista, maka penggunaan teknologi unmanned system diyakini bisa lebih handal dengan biaya pengadaan yang bisa saja lebih murah," katanya.

Dia menambahkan,  penggunaan unmanned system sangat penting bagi Kemhan RI. "Apalagi dalam menghadapi ancaman Cyber, maka Unmanned System merupakan salah satu alternatif yang banyak dipilih negara-negara super power," katanya.

Editor : Faieq Hidayat
Artikel Terkait
Nasional
16 jam lalu

Istana: Indonesia akan Kirim 8.000 Prajurit TNI untuk Misi Perdamaian di Gaza

Nasional
17 jam lalu

4.000 ASN bakal Ikuti Pelatihan Komcad, Wamenhan: Tak Ganggu Pekerjaan

Nasional
19 jam lalu

Wamenhan: 4.000 ASN bakal Jalani Latihan Komcad Akhir April 2026

Nasional
19 jam lalu

TNI bakal Kirim Pasukan Perdamaian ke Gaza, Berapa Jumlahnya?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal