Pendidikan Kopassus Paling Mengerikan di Nusakambangan, Siap Disiksa jika Tertangkap

Pratitis Nur Kanariyati
Salah satu pendidikan paling mengerikan calon prajurit Kopassus terjadi di Nusakambangan (Foto: Reuters)

Bagian paling berat adalah menyelusup ke daerah target operasi dengan berenang sejauh 1 kilometer dari Cilacap ke Nusakambangan. Pada sesi serangan fajar yang meliputi pelolosan, para calon prajurit harus bisa melewati berbagai rintangan berat tanpa bekal dan peralatan. Mereka harus tiba di titik tertentu sebelum pukul 22.00 WIB.

Jika tertangkap mereka akan dimasukkan ke kamp neraka dan diinterogasi layaknya tawanan perang sungguhan. Pelatih yang berperan sebagai musuh akan menyiksa prajurit tersebut demi mendapatkan informasi. Dalam kondisi seperti itu, sang tawanan harus tetap bertahan dan tidak boleh membocorkan informasi apa pun.

Di sinilah mental calon prajurit Kopassus diuji. Mereka harus siap menahan siksaan berat. Tiga hari lamanya para calon prajurit menjalani neraka kamp tahanan dengan berbagai gempuran fisik yang menguras daya tahan. 

“Dalam Konvensi Jenewa, tawanan perang dilarang disiksa. Namun, para calon prajurit komando itu dilatih untuk menghadapi hal terburuk di medan operasi. Sehingga bila suatu saat seorang prajurit komando diperlakukan tidak manusiawi oleh musuh yang melanggar Konvensi Jenewa, mereka sudah siap menghadapinya,” kata Pramono Edhie, dalam buku 'Pramono Edhie Wibowo dan Cetak Biru Indonesia ke Depan' terbitan 2014.

Para calon prajurit yang berhasil melewati hell week inilah yang nantinya berhak menyandang baret merah kebanggaan pasukan elite Tni Angkatan Darat ini.

Editor : Anton Suhartono
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Prabowo di Hadapan Macron: Saya Instruksikan Sekolah di Indonesia Harus Belajar Bahasa Prancis

57 tahun lalu

Oditur Militer Tuntut 2 Prajurit Terdakwa Pembunuhan Kacab Bank BUMN Dipecat dari TNI

57 tahun lalu

Jumlah Siswa Sekolah Rakyat Tembus 46.000 Tahun Ini, Perluas Akses Pendidikan Masyarakat Miskin

57 tahun lalu

Ammar Zoni Tak Bisa Dijenguk, Ditjenpas: Komunikasi Hanya Virtual dengan Keluarga Inti

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal