"Arahan Bapak Presiden, baik itu CNG maupun LPG akan selalu mengedepankan untuk membantu rakyat yang memang harus kita bantu. Dengan demikian, subsidi saya pastikan masih menjadi yang harus dilakukan untuk rakyat ya," tuturnya.
Bahlil menjelaskan, saat ini pihaknya masih melakukan uji coba penggunaan tabung ukuran 3 kg untuk penjualan CNG kepada masyarakat. Pasalnya, saat ini produk tersebut itu dijual untuk kebutuhan industri dengan ukuran 12 kg dan 20 kg.
"Tapi kan untuk CNG ini, untuk yang 12 kilo, yang 20 kilo itu sudah jalan, untuk dipakai di hotel dan restoran. Dan kemudian bagus, dan itu lebih efisien. Tapi kan rakyat kan enggak mungkin kita suruh yang berat-berat itu, 20 kilo. Nah, ini yang kita lagi godok," ucapnya.
Sebagai informasi, konsumsi LPG nasional saat ini mencapai angka 8,6 juta ton per tahun. Dari jumlah tersebut, hanya 1,6-1,7 juta ton LPG yang diproduksi dalam negeri dan selebihnya dipenuhi dari impor.
Bahan baku CNG dapat dipenuhi dari industri dalam negeri, yakni dari gas cair C1 dan C2 yang kemudian dipadatkan (compress) hingga mencapai tekanan tertentu. Gas cair C1-C2 adalah gas alam (natural gas) yang didominasi oleh komponen metana (C1) dan etana (C2) yang telah dicairkan untuk mempermudah penyimpanan dan transportasi.