Meski target awal lelang pekan ini ditetapkan sebesar Rp36 triliun, pemerintah memiliki diskresi untuk menetapkan nominal kemenangan yang lebih tinggi atau lebih rendah dari target indikatif tersebut, dengan batas maksimal penyerapan hingga 150 persen dari target.
Sebagai perbandingan, pada lelang SUN dua pekan sebelumnyayakni 31 Maret 2026, Kemenkeu juga melelang sembilan seri SPN dan FR dengan total penyerapan dana mencapai Rp40 triliun.
Hal ini menunjukkan bahwa pada lelang kali ini, pemerintah berhasil menghimpun pendanaan yang lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.
Penerbitan obligasi ini merupakan instrumen krusial bagi pemerintah dalam rangka pembiayaan anggaran serta langkah antisipatif untuk menutupi defisit APBN 2026 yang diproyeksikan mencapai Rp689,1 triliun.
Berdasarkan UU APBN Nomor 17 Tahun 2025, target pembiayaan utang tahun ini dipatok sebesar Rp832,2 triliun, atau mengalami peningkatan dibanding target tahun lalu yang berada di angka Rp775,9 triliun.